Second Chance

Pengalaman memperoleh kesempatan kedua mungkin hanya dimiliki oleh orang orang yang bisa merasakan nikmatnya sakit. Bagi segolongan tertentu yang berkali kali mengalami sakit dan sembuh mungkin tidak begitu merasakan kehadiran kesempatan kedua ini.

Sedari lahir dan setelah memiliki kemampuan mengingat, saya benar – benar belum merasakan sakit yang seolah menyadarkanku pada adanya kesempatan kedua. Alhamdulillah sedari SD, SMP, SMA dan sekarang bekerja, pengalaman sakit yang kualami hanyalah sakit seperti biasa, batuk atau demam. Lebih banyak justru saya menunggui orang sakit baik kedua orang tua maupun para kerabat dan handai tolan. Namun baru sekali inilah saya mengalami sakit yang lain. Tenaga hilang secara berangsur-angsur dengan cepat seperti berkurangnya napas yang saya hirup. Jantung berdebar lebih keras dan cepat dan kemudian jari-jari tangan kesemutan yang merambat hingga lengan. Pandangan berkurang, seolah hanya warna kuning yang dominan. Pendeknya hari dan jam itulah kehidupan ini bagi saya akan berakhir.

Pada saat ketidakberdayaan menguasai hati dan pikiran saya, maka segala ketakutan menghampiri dan keburukan yang pernah dilakukan seolah dihamparkan dihadapan saya. Untuk itulah perasaan ini semakin menciut dalam ketidakberdayaan. Hanya berharap maaf dari para sahabat agar berkurang beban yang kurasakan.

guci-pecah

Hasil laboratorium dan pemeriksaan dokter tidak menunjukkan adanya penyakit serius. Hal itu tentunya lebih membuat hati saya gundah gulana. Bahkan hal tersebut diperoleh hasil yang sama dari dua rumah sakit dan dokter yang berbeda. Maka introspeksi saya mungkin sakit ini adalah buah dari perilaku dan tindak tanduk saya. Untuk itu tak lupa saya mohon maaf kepada semua kawan dan handai tolan atas segala kesalahan dan dosa saya. Sejujurnya saya tidak memiliki prasangka dan pemikiran benci kepada semuanya. Apabila memang saya bertutur kata yang kurang pas dan bertingkah laku yang menyakiti, sesungguhnya hanya sebatas tuntutan kerja atau gurauan yang kadang kurang kontrol, sehingga mohon untuk dimaafkan.

Terima kasih saya ucapkan kepada semua sahabat dan saudara yang telah ikhlas memaafkan segala kesalahan saya baik yang disengaja maupun karena kekhilafan saya. Hanya kepada-Mu lah sebaik – baik tempat kembali. Dan semua yang bernyawa pasti akan mengalami mati. Ya Alloh SWT semoga Engkau mudahkan segala urusan saya dan mengampuni semua dosa-dosa saya. Ya Alloh bilakah kehidupan saya kurang mendatangkan manfaat bagi yang lain cukupkanlah hingga detik ini, dan bilakah bermanfaat maka panjangkahlah, dan Engkau Maha Mengetahui, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *