Buah jatuh tak jauh dari pohonnya

Peribahasa yang satu ini menggambarkan bahwa sesuatu itu tidaklah akan jauh jauh dari induk atau sumber utamanya. Bahkan secara sarkasme terkadang digunakan untuk menuduh seseorang yang berlaku salah dikarenakan orang tuanya juga memeliki latar belakang yang mendukungnya. Misal si polan kedapatan mencopet, setelah tertangkap kemudian ditelusuri siapa orang tuanya, dan kebetulan orang tuanya memiliki sejarah yang mendukung perbuatan si polan, yaitu pernah tertangkap tangan saat mencuri, untuk itu peribahasa itu dikenakan pada si polan.

buah_apel

Benarkah memang demikian ?

Menelusuri lebih jauh memang sangatlah tepat apabila kita sedari kecil atau tiap saat bergaul dengan suatu kondisi lingkungan sosial dan budaya, maka karakter kita seperti peribahasa di atas sedikit banyak akan terpengaruh oleh lingkungan dan budaya dimana kita berada. Untuk itulah Rosulullah SAW mengajarkan kepada kita agar baik – baik dalam merawat dan membesarkan anak-anak kita. Bahkan dalam kesempatan lain Beliau mengatakan “orang tuanyalah yang akan menjadikan anak – anaknya itu bahkan menjadi seorang majusi”. Mungkin itu pulalah mengapa kisah – kisah nabi mengajarkan bahwa dimasa kecil para nabi telah diatur oleh Alloh SWT untuk terpisah dari lingkungan dan budaya masyarakat yang ada pada saat itu. Sehingga mereka terisolir dari pengaruh budaya yang ada, kemudian setelah siap mereka tampil membawa babak dan berita baru.

Namun bila dikaitkan dengan sifat Sang Maha Kuasa, bahwa segala sesuatu itu ada dalam kehendak-Nya, maka bisa jadi peribahasa di atas perlu di kritik sebagai peribahasa “penghakiman”.  Untuk itulah dalam beberapa media sering kita baca fakta – fakta bahwa peribahasa di atas belum tentu benar. Seperti berita berikut “seorang anak tukang becak lulus Doktor dengan predikat cumlaude”.

Apabila kita melihat rukun iman kita bahwa kita haruslah percaya pada Qodlo dan Qadar Alloh, maka semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi dan tidak menjadi. Dan memang sudah tidak semestinya kita memberikan penghakiman terhadap latar belakang orangtuanya atau lingkungannya. Karena meski intan itu direndam dalam lumpur tetaplah intan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *