Strategi Memenangkan Masa Depan

Pada tahun 1942 Jepang mulai mencoba menanamkan pengaruhnya di dunia internasional melalui kekuatan militernya. Hal tersebut sesungguhnya karena tantangan dari dunia luar yaitu munculnya blok Barat yang dimotori oleh Amerika dalam mencengkeram dunia.

Kekuatan Jepang sempat menggetarkan lawan-lawan perangnya hanya dalam waktu 3 tahun, hampir separuh belahan dunia dikuasai Jepang. Hal ini tidak lepas dari semangat tempur para prajurit Jepang yang luar biasa. Ketaatan kepada pimpinan serta penguasaan teknologi menjadi dukungan utama militer Jepang bahkan tinggal selangkah lagi menyentuh daratan Amerika. Peristiwa besar yang dikenang oleh kedua bangsa yang berseteru yaitu perang Pearl Habour dimana Jepang dengan gigih meraih pijakannya di pulau Hawai untuk segera bisa menginvasi Amerika.

images

Ketakutan warga Amerika akan serangan Jepang ditanggapi oleh pemerintah Amerika dengan keputusan untuk segera mengakhiri dominasi militer Jepang meski secara kemanusiaan jelas merupakan pengingkaran terhadap nilai – nilai kemanusian, dimana serangan yang ditujukan kepada rakyat sipil secara masal untuk menteror pemerintah Jepang. Dan bom Atom pun dijatuhkan di dua kota Nagasaki dan Hiroshima. Ribuan rakyat sipil dalam seketika tewas terpanggang.

Beruntung kaisar Hirohito saat itu begitu mencintai rakyatnya, dia pun segera mengambil keputusan strategis demi melindungi rakyat dari akibat perang yang membabi buta. Keputusan menyerah kaisar bukan tanpa pemikiran dan rencana, mengalah untuk menang.

Dikumpulkannya pasukan berani mati Jepang dan dipaparkan planning Jepang di masa depan agar pasukan berani mati Jepang memahami keputusan pemerintah. Seleksi terhadap para pejuang kemajuan Jepang pun dilakukan. Tentara – tentara Jepang yang memiliki kecerdasan masing – masing mulai diberangkatkan keseluruh penjuru dunia untuk belajar mengejar penguasan ilmu dan teknologi. Semangat juang dan setia terhadap negara adalah modal yang diberikan oleh pemerintah kepada pasukan pendidikan yang diberangkatkan.

Alhasil hanya dalam kurun waktu 15 tahun Jepang dapat mengejar ketertinggalan teknologinya dan negaranya kemudian merajai pasar teknologi diseluruh dunia. Pasukan pendidikan yang dikerahkan oleh Kaisar Hirohito sebagai sebuah planning besar yang luar biasa berhasil merubah Jepang menjadi negara industri dan raksasa ekonomi.

Apabila di tahun 1940 an Jepang tidak berhasil menginvasi Amerika secara militer, kini sebagian besar daratan di Hawai secara ekonomi dikuasai oleh Jepang, hotel dan industri sebagian besar saham dikuasai oleh orang – orang Jepang. Bahkan planning perang ekonomi dan teknologi yang diusung oleh Kaisar Hirohito di tahun 1940 an kini mulai membuahkan hasil. Kekuatan ekonomi Jepang mampu untuk menggerakan seluruh aspek negaranya, sehingga untuk tampil kembali dalam kancah militer internasional Jepang telah sangat siap.

Kekuatan ekonomi Jepang dapat kita lihat bagaimana Jepang mampu memperbaiki kerusakan sebagian wilayahnya yang terkena bencana besar tsunami dengan sangat cepat dan mandiri.

Kehebatan Jepang menginspirasi berbagai negara untuk ikut tampil dalam memajukan negaranya. Negara besar dunia seperti Cina bahkan kini mampu menjadi penyeimbang kekuatan Barat dalam segala hal baik ekonomi maupun militer. Strategi pemimpin besar komunis Cina hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh Kaisar Hirohito. Dikerahkannya pasukan militer untuk menjadi pahlawan pendidikan, pahlawan industri dan pahalawan ekonomi membuahkan hasil yang luar biasa.

109342_ilustrasi-produk-china_641_452

Industri Cina menggemparkan seluruh dunia, siapa sih yang tak mengenal barang – barang “made in cina” ? Mungkin barang – barang tersebut tidak akan mampu bersaing dengan produk bermutu dari negara – negara industri maju pada awal pemasarannya, tapi jangan lupa bahwa pemerintah Cina telah menerapkan strategi pemasaran global yang tidak mampu dimiliki oleh negara negara lain. Strategi infiltrasi dan pemodalan kepada warga negaranya agar menjadi agen pemasaran┬ádiseluruh dunia telah dilakukan dengan baik pada awal tahun 1960 an sehingga sekarang saat yang tepat untuk meraih kemenangan.

Nah, bagaimana dengan kita ?

Di era pemerintahan orde lama, pemerintah Soekarno telah mengirim mahasiswa – mahasiswa jenius keberbagai belahan dunia, hanya sayang bahwa planning memenangkan masa depan tidak dikawal secara kenegaraan, sehingga ketika terjadi suksesi yang kurang baik sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan planning yang ada. Bagaimanakah dengan pemerintahan sekarang ? ┬áTidak beranikah mengikuti pemerintah Cina yang mengalihkan kekuatan militernya untuk menyulap industri rakyat menjadi industri maju ?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *