Kecerdasan Sosial

Dalam kehidupan memasuki abad modern seperti sekarang ini kepedulian sosial mulai luntur dan ditinggalkan. Sering kita mendengar kasus kecelakaan namun tak satupun orang mencoba menolongnya seketika. Masih ada yang peduli namun hal tersebut sudah sangat terlambat, sehingga resiko lebih besar harus diterima. Atau kadang kita jumpai orang – orang kelaparan di pinggir jalan yang mengais sampah dan sisa makanan dan tak satupun dari kita yang mencoba mengulurkan satu nasi bungkus.

Kepedulian sosial yang dilatarbelakangi dengan kemampuan berpikir manusia dalam menanggapi keadaan sosial disekitar kita, bisa dikatakan sebagai ‘kecerdasan sosial’. Jadi dalam melaksanakan kepedulian sosial yang kita miliki dengan kerangka berpikir logis dan positif itulah kecerdasan sosial.

Saya sering bahkan setiap hari, ketika mengendarai sepeda motor mencoba untuk peduli dengan pengendara lainnya. Kepedulian yang saya lakukan tentunya saya pertimbangkan dengan kondisi atau posisi diri sendiri di jalan, apakah kepedulian kita justru akan membahayakan diri kita sendiri atau tidak. Namun lepas dari resiko positif dan negatif, kepedulian sosial yang dibarengi dengan kerangka berpikir untuk mensukseskan kepedulian sosial yang kita miliki bisa dianggap kecerdasan sosial seseorang. Namun kecerdasan sosial tidak dapat dijadikan alasan bagi kita untuk kemudian menumpulkan rasa kepedulian sosial yang seharusnya kita bangun.

Kadang terjadi pencampuradukan antara emosi sosial dan kecerdasan sosial. Bagaimana seseorang kelompok minoritas misalnya dalam menanggapi penganiayaan mayoritas terhadap kelompok minoritasnya yang kemudian tanpa dilatarbelakangi kerangka berpikir logis dan positif melakukan tindakan, itulah contoh emosi sosial. Akan berbeda dengan tindakan yang diambil sebagai wujud kepedulian sosial namun dilatarbelakangi dengan pemikiran logis dan positif, misal adalah menyelamatkan korban dan membawa kasus penganiayaan kepada ranah hukum agar dapat diselesaikan secara prosedural dan adil, itulah tindakan dari kecerdasan sosial. Ketimbang mendahulukan emosi sosial dengan melakukan tindakan yang dapat berdampak luas terhadap kondisi sosial sekarang dan masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *